Monday, February 6, 2017

Apa Sih Yang harus Di perhatikan Dalam bisnis Pemotretan / Fotografi ?



Semakin meningkatnya kebutuhan calon pengantin untuk membuat pre-wedding photo membuat bisnis fotografi semakin menggeliat. Hal ini dapat dilihat dengan semakin menjamurnya vendor-vendor khusus di bidang tersebut. Selain menjadi peluang bisnis baru, margin keuntungan yang didapat oleh vendor pun sangat menggiurkan. Itulah sebabnya, para vendor berlomba-lomba menawarkan paket pemotretan pre-wedding beragam harga dan fasilitas untuk menarik perhatian calon pengantin. Seperti Grand Galaxy Convention Hall yang memiliki rekanan fotografer handal yang membantu bisnisnya.

Apa saja yang di perlukan jika kalian ingin menjadi fotografer yang professional untuk menangani pemotretan dari banyak nya client yang anda terima ?

  • Kemauan dan Niat
Niat adalah hal utama untuk memulai usaha di bidang Fotografi ini. terlebih bila memang sudah menjadi hobi bagi anda. Maka akan memberikan kemudahan dan keingintahuan yang sangat tinggi. Belum lagi daya kreatifitas yang terus terjaga dengan didasari media dan wawasan yang mumpuni, karena ketika seseorang sudah mencintai dunia fotografi, maka secara otomatis akan tertanam keingintahuan dan bahkan menjadi hobi yang luar biasa memberikan keindahan tersendiri. Kepuasan menjadi kunci sukses untuk memulai usaha menggiurkan yang satu ini.

Dengan anda sudah mencintai suatu hobi dan ingin terus berkarya, kenapa tidak bila mencobanya untuk juga menjadi peluang bisnis??. Dengan tekat kuat dan berani untuk menjadi professional dan mengedepankan profesionalitas, maka anda dapat memulai usaha dengan menerima tawaran-tawaran yang akan melatih tingkat profesionalitas anda, seperti tawaran pre-wedding, wisuda taman kanak-kanak, foto ijazah, dan lain sebagainya.

Banyak hal yang dapat anda manfaatkan untuk mengasah banyak hal yang berkaitan dengan fotografi. Karena anda akan semakin semangat bila pundi-pundi rupiah yang anda dapatkan sebanding dengan kerja keras dan didasari dengan hobi serta tulus ikhlas. Selain itu, pengalaman baru adalah prestasi lanjutan untuk meraih profesionalitas. Karena dengan kerja keras, anda akan dapat menjamu diri dengan kreatifitas tanpa batas. Selain itu juga jangan pernah takut untuk mencoba. Hal ini yang akan menjadi tombak anda dalam menyukseskan diri dalam dunia fotografi.

  • Menentukan jenis layanan fotografi
Langkah pertama yang bisa dilakukan untuk merintis usaha foto pernikahan adalah menentukan jenis layanan fotografi yang akan dikerjakan. Beberapa jenis layanan yang umum dilakukan oleh mereka yang sudah menjalankan bisnis ini misalanya layanan dokumentasi pernikahan (Wedding documentation), layanan foto pra-nikah (Pre wedding photoshoot), bahkan ada juga yang melayani foto pasca-nikah.


Setelah menentukan salah satu atau beberapa jenis layanan tersebut, langkah selanjutnya adalah membuat rincian dari masing-masing layanan. Langkah ini berguna untuk memberikan informasi secara jelas kepada konsumen tentang berbagai bentuk layanan yang ditawarkan. Bentuk rincian layanan ini bisa dibuat sederhana maupun lebih kompleks, hal ini tergantung kebutuhan.

Adapun isi rincian ini bisa berupa berbagai ketentuan-ketentuan dalam layanan, misalnya jenis kamera yang digunakan, jumlah crew fotografi, durasi waktu pemotretan, jumlah dan ukuran foto yang akan diberikan, jenis album, bonus foto kanvas, fasilitas frame foto, foto di studio, dan lain sebagainya. Dengan membuat breakdown layanan ini, Anda akan dipermudah jika ingin membuat berbagai paket harga untuk usaha foto pernikahan.

  • Mengembangkan jaringan bisnis.
Pada bagian ini, sebenarnya adalah bagian yang paling sulit, dan tidak banyak orang yang berhasil, tapi selalu saja ada segelintir orang yang sukses. Mengembangkan jaringan bisnis adalah meningkatkan kapasitas layanan, sehingga jumlah konsumen akan berlipat ganda, bagaimana carannya mengKLONING diri anda, menjadi ribuan orang yang melayani ribuan pelanggan? Oleh karena itu saya mengatakan bahwa ini adalah bagian yang paling sulit, tapi bukan berarti tidak mungkin kan?

 



No comments:

Post a Comment